huffffffffpppppppp………

•December 30, 2010 • Leave a Comment

Saat putus asa melingkupi, aku memilih tetap maju & berjalan …..
Sikap hanya percaya dengan omongan orang merupakan suatu hal yg begitu bodoh,
oleh sebab itu aku tetep harus menemukan bukti …
Dan semua omongan itu selalu aku tepis jauh2 dari dalam pikiranku..
Tapi sekarang…
Aku mendengarnya langsung dari temen satu ruangan dia …..
Uhhhhhhh……
Aku bener –bener di hadapkan pada pilihan yg sangat sulit……
Bagaikan disambar petir di siang bolong,
aku seperti tidak percaya dengan pendengaranku …

AKU RAPUH……….

•November 11, 2010 • Leave a Comment

 

“Kenapa” tanyaku.. “……just think about my life. Tak mau terlihat kuat diluar tapi rapuh di dalam..” Aku pun terdiam… Dan entah kenapa kalimat yang diungkapkan olehnya saat memberitahu isi sms itu membuatku berpikir tentang hidup yang sedang kujalani saat ini perlu di renungkan kembali. Seperti apakah aku menjadi hidupku selama ini?? Pernah ada seseorang yang mengungkapkan kalimat yang sama padaku. “…..dibalik kekuatan yang coba kamu tunjukkan pada orang-orang disekitarmu ada sisi rapuh di dalam hatimu…” Maka tak khayal jika aku teringat pada kalimat itu. Jujur kuakui, sering kali aku menyembunyikan segala apa yang kurasakan dibalik senyum dan tawa yang aku tunjukkan pada orang-orang disekitarku. Bukannya aku tidak mau jujur pada diriku sendiri. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang rapuh. Ah….Rapuh?? Apakah kerapuhan itu?? Adakah kerapuhan seseorang itu harus ditunjukkan pada orang lain ataukah lebih baik disembunyikan? Apakah aku termasuk dalam golongan orang yang memiliki jiwa-jiwa yang rapuh?” Entahlah, apakah pertanyaan seperti ini harus kutanyakan? Jawaban seperti apakah yang paling tepat untuk menggambarkan apa itu “rapuh”? Dan disisi lain, setiap orang harus menjadi jiwa yang kuat, yang tidak hanya kuat diluar tetapi juga di dalam. Pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud “kuat” itu? Bagaimana menjadi jiwa yang kuat? Hingga saat ini aku terus menjalani hidupku. Dan mencoba mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dibenakku.
Yupppsss…cara berpikir yang sederhana… ,Dan aku berpikir.. jangan takut menjadi rapuh. Tak ada yang salah dari apa yang disebut rapuh itu. Kerapuhan bukan mencerminkan kelemahan, melaikan rasa rapuh adalah jembatan rasa untuk menuju rasa tegar…rasa kuat…,dan inilah rasa yg harus kita perjuangan saat kita mendapat suatu ketidakjujuran,keidakketerbukaan

Rasanya agak menjadi lebih baik setelah aku menuliskan ini. Semoga aku termasuk ke dalam jiwa-jiwa yang selalu belajar menjadi kuat sekalipun dengan menjadi rapuh terlebih dahulu. Aku tak mungkin hidup sendiri dan memang aku tidak hidup sendiri. Dan ternyata aku memang membutuhkan orang lain……

Membutuhkan keluargaku..
Membutuhkan orang tuaku..
Membutuhkan saudara-saudaraku…
Membutuhkan teman-teman dan sahabat-sahabatku…
Membutuhkan siapapun…
termasuk membutuhkanmu “seseorang yang saat ini ada di hatiku”
Dan yang pasti membutuhkan-NYA..
Maka sungguh lengkaplah hidup ini…

“…Sesungguhnya Allah tidak memberikan apa yang menjadi keinginan hambaNYA, tetapi ALLAH pasti memberikan apa yang menjadi kebutuhan hambaNYA”

SEMOGA SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA…

•November 11, 2010 • Leave a Comment

“Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS.24:26)”
Maka jika nantinya kita tidak berjodoh, mungkin saya tak cukup baik untukmu, pasti ada laki-laki lain yang lebih baik untukmu.. Dan yakinlah.., jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu, maka aku akan bersyukur….

Aku Jadi berpikir.., Apa ya yang harus kulakukan untuk bisa menerima seandainya dia bukan jodohku?? bisakah aku memprediksikan kelak apa saja perasaan yang berkecamuk dalam hatiku?? apakah hatiku ini bisa setegar pikiranku??

Suliiittkah Rud ???, yups…cukup sulit ..,jujur kuakui sebagai manusia lemah ini,, akan tetapi biarkanlah saat ini,,perasanku ini ku simpan dalam kalbu,, mengadukan pada Nya semata…

hhhhfffhhh…,, namun ketika kucoba bayangkan, mungkin dekapan erat Bunda akan amat sangat berarti bagiku, saat ku terisak tertunduk tertatih di pangkuannya, manakala hal itu benar terjadi..

“..nang.., apapun yg terjadi kelak, yakinlah, tanamkan dalam hatimu, bahwa itu adalah yang terbaik bagi-Nya…”

Smoga Allah berikan kekuatan dan hasil yang terbaik… buat smuanya jugaaa… Amiin ya Allah

 

Karena saya yakin ” TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR ”

Smoga Allah berikan kekuatan dan hasil yang terbaik… buat smuanya jugaaa… Amiin ya Allah

ARTI SEBUAH KEJUJURAN

•November 9, 2010 • Leave a Comment

Sebuah kejujuran berarti ketika ia telah dihadapkan pada sebuah pertanyaan.
Pertanyaan tentang isi hati, tentang hidupnya.
Namun adakah sebuah kejujuran berarti ketika bertemu dengan realita?
Ya, kejujuran selalu berarti dalam keadaan apapun. Meskipun hal itu sakit, namun kejujuran memberikan ketenangan.

Jujurlah pada dirimu, apa yang menggelisahkan hatimu mungkin berawal dari ketidakjujuran.
Bukankah itu sama saja dengan menipu diri sendiri?
Apakah engkau bahagia ketika menipu dirimu sendiri?

Ada hal yang menarik dari sebuah kejujuran.
Ketika sebuah kejujuran di uji dengan kebahagiaan, mana yang kan kau pilih?
Sebuah kebahagiaan kah? Atau sebuah kejujuran?
Tanyakanlah pada hati mu. Namun bagiku sebuah kejujuran adalah yang terbaik, meskipun itu sakit.
Tapi setidaknya dari sebuah kejujuran itu, dapat kita ambil suatu hikmah yang kan berguna di suatu saat nanti.

AKU LAYAK ATAU TIDAK..!!??

•November 9, 2010 • Leave a Comment

 

Kenapa disetiap ada CINTA harus ada DUSTA

Kenapa disetiap ada KEBAHAGIAAN harus ada KESEDIHAN

Kenapa disetiap ada KEPERCAYAAN harus ada KERAGUAN

Kenapa disetiap ada PERTEMUAN harus ada PERPISAHAN

hati ini rapuh,cemas bingung dan otak ini enggak tuk berfikir sehat.Jika perasaan hati tak menentu semua orang pasti akan mencari tempat pelabuhan yang tepat.Begitu hal nya aku,dalam kegundahan ku ini ku coba tuk bertindak positif.Ku basuh muka dah seluruh tubuh ku dengan dinginnya air wudhuQ tuk bersujud padanya,tapi semua nya masih belum tenang
Saat ini hati dan batinku sangat berkecamuk. Bingung ingin bercerita dengan siapa. Saya ini siapa lhoo… Mengapa semua orang menginginkan ku untuk mengatakan “ iya” untuk hal ini. Apakah aku pantas untuk berkata “iya bersedia”.Pertanyaan itu saat ini bercampur aduk dan selalu “ bertanya-tanya “di dalam pikiranku .” APAKAH AKU LAYAK UNTUK DIA APA TIDAK ”,Agggghhhhhhh, aku bingung.!!!

BENARKAH TUHAN MENENTUKAN JODOH KITA..??

•October 30, 2010 • 1 Comment

Jodoh adalah problema serius, biasanya bagi yang wanita ini. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan “kreatif” tiada henti membayangi.

Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil? Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.

Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman.

Nah, di sinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi ‘bagian masalah’, namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri. Di sini orang berlomba mengajukan “standardisasi” calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan. Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, “Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?”

Memang, ada juga jawaban lain, “Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja.” Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal. Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serba unggul).

Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India , Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan? Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan.

Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun. Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu?

“Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya.” (QS Al Baqarah, 286).

Di balik fenomena “telat nikah” sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT. Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada. Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku? Wallahu a’lam bisshawaab.

http://umum.kompasiana.com/2010/04/07/benarkah-tuhan-menentukan-jodoh-kita/

MAKAN SIANG LAGIIIII…..

•October 29, 2010 • Leave a Comment

Siang ini que dapet kiriman mam lagi..
Seneng rasanya bias nikmatin makanan ini..
Tapi ada yang kurang…..
Makan’a nggak di temenin sama yg ngasih makanan ini
Lagi2 quw Cuma bias bilang makasih bgt dah nganterin makan siang
Luv u schatzi……

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.